Laman

Jumat, 20 April 2012

“PERS , WAJAHMU KINI ???? “



oleh : naufanelreal

Pers merupakan salah satu dari pilar demokrasi ini maksudnya adalah ketika media – media yang berkembang merupakan unsur dari penerimaan informasi masyarakat tentang berbagai keadaan terkini , dimana pada posisi ini media merupakan kekuatan tersendiri dalam gerakan massa , karena demokrasi mementingkan keterbukaan dan pers ini pun juga mempunyai nilai keterbukaan dalm penyampaian informasi kepada masyarakat , menurut bu khusnul dosen politik ui , pers mempunyai dua peranan penting yaitu opini publik dan kronologi event .
Dalam fakta yang mengenai kemajuan pers setelah reformasi dan penetapan demokrasi sebagai sistem cukup menarik perhatian , di mana dunia pers ini di tuntut untuk bergerak mencari berbagai pemberitaan yang lebih terkesan sebagai provokator di masyarakat , hal ini di akui dengan pasti oleh KPI (komisi penyiaran Indonesia) dimana posisi pers memang seperti ada kepentingan yang bermain di balik pemberitaan – pemberitaan yang terjadi di masyarakat.
Tapi di satu sisi pers ini menciptakan suasana demokrasi yang lebih terbuka , karena pers itu siap hidup dan mati untuk mencari suatu kebenaran untuk di buka di masyarakat , oleh karena perlu di siapkan para wartawan –wartawan yang tangguh untuk mewujudkan cita-cita pers yaitu membuka tabir kebenaran , bahwa wartawan saat ini selalu mengalami kekerasan dari berbagai pihak baik dari  pihak aparat dan objek yang akan di cari sebagai pembuka tabir kebenaran tersebut . itulah yang terjadi di dunia pers yang saat ini kita hadapi.
Tapi hal terkonyol adalah setiap media ini memiliki rasa yang paling benar dalam pemberitaan , jadi pers saat ini memang sebagai tonggak pengalihan isu yang berkembang di masyarakat . sehingga setiap pers mengeluarkan keputusan pasti itu menjadi acuan kacamata masyarakat pada isu – isu terkini , sehingga bisa dikatakan bahwa pers ini memiliki nilai untuk memperburuk demokrasi yang sedang berjalan itulah keadaan pers terkini dan menjadi korban dari pemberitaan yang bisa kita bilang suatu kebohongan dan itu bukan hal yang tabu lagi dalam dunia pers . Apalagi kalau ada media  yang suka membuat kajian tentang permasalahan bangsa dan menjelekkan partai yang ada sekarang tampil panggung politik di satu sisi ia pun mengkampanyekan partai lain , alias di tunggangi.
memang harus di akui bahwa iniliah fakta , tapi tidak semua media seperti itu , . dalam pemberitaan ke  media harusnya juga menghasilkan solusi dari permasalahan yang sedang terjadi dan itulah yang terjadi di pikiran rakyat , bagaimana mereka memberitakan tentang pilkada jawa barat yang memang harus di akui adalah pilkada terjujur yang pernah ada sehingga pemberitaannya pun harus tentang optimime kemajuan jawa barat itu sendiri dan menghibur para calon gubernur yang kalah dan mengucapkan selamat terhadap mereka karena sudah menjadi calon yang baik .
 pers haruslah netral dan tidak boleh di tunggangi kepentingan dan mengutamakan kejujuran , tapi setelah reformasi terjadi booming pers di karenakan jadi ajang industrilisasi dan investor menyebabkan kepentingan dapat bermain dengan mudah dan uang adalah pelican termudah dalam pemberitaan di media . selamatkan pers INDONESIA!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar