Oleh : Naufan Rizqullah
.."Pemuda berjuang sekarang ini, harus pengertiannya
diisi dan penglihatannya dirubah, supaya ia jangan merendah menjadi binatang
berkelahi saja, akan tetapi dapat menjadi pemuda
revolusioner yang menghadapi dunia baru, pemuda
yang bercita-cita dan mempunyai kesadaran serta pengertian yang jernih tentang
duduk perjuangannya untuk rakyat"..
(Sutan Sjahrir, perjoengankan kita)
Akumulasi sejarah Indonesia sebagai
bangsa dan negara sampai hari ini telah menempatkan ia pada suatu posisi yang
teramat mulia . Bagaimana sebuah bangsa dan negara yang terdiri dari keberagaman manusia , wilayah geografis yang
luas dan kekayaan alam menyatu dalam sebuah kata yang bernama Indonesia . Tapi
perlu kita sadari kemuliaan Indonesia ini ternyata tidak pada "maqam"
yang sesuai. meminjam kata dari Anis
Matta : "Indonesia ialah sepengggal firdaus di bumi", tapi kita tidak
pernah memprespektifkan bangsa dan negara ini seperti itu bahkan tak jarang
dari kita terlalu mendeskrditkan bangsa dan negara sendiri . Di satu sisi kita
terlalu merendahkan harga dirinya tapi sesungguhnya Indonesia memiliki maqam
tertingginya sebagai bangsa dan negara yang sangat mulia dalam peradaban bumi
yang luas ini .
Indonesia sebagai
bangsa dan negara
Pada awalnya masyarakat Indonesia ini hadir dengan nilai-nilai yang terus
bergulir dari sejarah kehidupan mereka dalam peradaban dunia , ini menjadi
menarik jikalau kita bahas terminologi geografis yang pertama kali dicetuskan
oleh gajah mada yang kita kenal dalam satu kata yang bernama
"nusantara", Dimana kondisi dulu orang tak pernah berpikir bagaimana
jika pulau-pulau yang terbentang luas dengan orang beragam ini disatukan saja
menjadi sebuah entitas masyarakat majemuk. Tapi nilai luhur masyarakat sudah
sangat menjujunjung tinggi kebhinekaan
dan tidak banyak menjadi permasalahan yang subtansi kala itu.
Maka mulai
hadir dalam benak kita, masyarakat majemuk ini sudah beratus-ratus tahun
bersama dalam suatu entitas apakah ada struktural yang menjelaskan masyarakat
ini memang masih bersama dalam bingkai yang sama padahal fakta sejarah
selanjutnya masyarakat ini terjajah dalam waktu yang lama. Inilah yang menjadi
menarik walaupun masyarakt ini terjajah fisiknya tapi mereka masih punya nilai
persatuan yang sudah diwaris sejak lama oleh gajah mada kala itu. Jadi
penjajahan yang dilakukan asing memang secara fisik masyarakat ini secara
kekayaan sumber daya terkeksploitasi tapi secara jiwa mereka masih punya ruh untuk kebangkitan dan menjadi masyarakat yang
kuat dan bervolusi menjadi sebuah bangsa. sehingga kita tahu pada 1928
masyarakat ini mendeklarisakan diri sebaga satu kesatuan kebangsaan yang ketika
saat itu diwakili ole pra pemuda yang tercetus dalam ikrar "Sumpah
Pemuda".
Momentum deklarasi sumpah pemuda ini
mulai seperti pemantik kembali semua individu-individu dalam etentitas untuk
sadar dan bangkit. mereka mulai berani turun ke ruang-ruang untuk meneriakan
satu nilai yang selama ini terkaburkan oleh para penjajah, "kami adalah
kesatuan kekuatan masyarakat yang punya hak untuk tanah ini". Para pemuda
dan masyarakat ini sadar ternyata tidak cukup hanya sekedar teriakan dan ikrar
saja, kekonkritan kebangkitan dimulai dengan keinginan soekarno bahwa bangsa
ini punya hak merdeka sebagai negara yang pemerintah dan rakyatnya harus dari
para pribumi-pribumi yang mendiami tanah
ini secara ratusan tahun.
Keinginan memerdekakan tanah ini dan
membentuk negara ini di amini oleh seluruh elemen masyarakat khususnya para
pemuda dan kaum intelektual. Perlu dijelaskan merdekanya suatu bangsa
konkritisasinya adalah terbentuknya negara yang memiliki kedaulatan. Lalu atas
desakan pemuda merdekalah negara kesatuan
Republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945.
Mahasiswa dan sejarah
Indonesia
Mahasiswa/pemuda adalah bagian yang tentu tidak bisa dilepaskan dari
sejarah kelahiran Indonesia baik sebagai bangsa dan negara, karena merekalah
pencetusnya dan pusat pusaran dari kelahiran Indonesia itu sendiri . berarti
bisa dikatakan dalam bahasa yang lebih lugasnya merekalah yang paling
bertanggung jawab atas yang terjadi setelah kelahiran Indonesia ini.
Harus diakui dari seluruh perjalanan panjang
sejarah Indonesia mahasiswa ternyata masih terus memiliki kesinambungan
karya-karya sehingga terciptalah sejarah-sejarah baru di Indonesia. Setelah
kemerdekaan mahasiswa ternyata tidak
berhenti untuk terus berkarya, maka teringatlah tentang pembubaran pki, runtuhnya soekarno dan soeharto ditangan para mahasiswa.
Jika kita
perhatikan fakta sejarah tentang mahasiswa seperti menyusun sebuah bangunan Indonesia dengan prespektif yang tidak pernah dipikirkan oleh orang-orang tua .
Hal ini dibuktikan bagaimana mereka memandang Indonesia sebagai bangsa dan
prespektif mereka sebagai negara di posisi lain. Cara memandang mahasiswa ini karena kepahaman
yang kuat mahasiswa itu sendiri terhadap kesejarahan yang sudah berlalu cukup
lama di tanah ini .
Prespektif
mahasiswa tentang kebangsaan bisa kita lihat tentang , tercetusnya pertama kali
nama "bangsa Indonesia" dalam sumpah pemuda. makna bangsa Indonesia
dalam sumpah pemuda ini melukiskan tentang keberdayaan masyarakat dan kekuatan
nilai yang bergumul di dalamnya. Lukisan kebangsaan ini berbicara tentang
narasi-narasi persatuan masyarakat yang melawan hegemoni penjajah kala itu.
Para mahasiswa ingin menggambarkan bahwasanya masyarakat/pribumi mempunyai kekuatan yang siap menjadi sekolompok
masyarakat yang memiliki harga diri ,martabat dan hak atas tanah air mereka.
Paradigma berpikir kebangsaan adalah bagaimana kita memposisikan diri kita
sendiri, atau harapan tentang kumpulan masyarakat ini .
Sedangkan dalam
konteks Negara mahasiswa pun memiliki prespektif yang diambil dari refrensi sejarah
negara ini terbentuk pada tanggal 17 agustus 1945 ,bagaimana sejarah
menggambarkan pendirian negara Indonesia itu dalam situasi kebimbangan para
pendiri bangsa (soekarno ,hatta dll)
dalam mensegerakan pembentukannya. Sehingga para mahasiswa/pemuda ini
bersifat kritis terhadap mereka, sehingga terjadilah pencurian di
rengasdengklok pada tanggal 16 agustus 1945. setelah pencurian itu baru para
pendiri bangsa ini sadar kita harus segera merdeka. Lihat bagaimana negara ini
berdiri terjadi karena sebuah kekritisan mahasiswa terhadap para pemangku
wewenang.
Dari mahasiswa untuk
Indonesia masa depan
Masa lalu telah banyak mengajarkan begitu luar biasanya perjuangan bangsa
dan negara ini . Dari sejarah Indonesia ini kita dapat mengetahui posisi
mahasiswa yang begitu sangat penting dalam setiap perjalanan zaman yang telah berlalu pada bangsa ini .
keterkaitan sejarah dan hari ini sungguh sangat penting karena ini berbicara rekonstruksi
yang telah di bangun di masa lalu dan di rasakan di masa ini . Begitupun masa
depan tentu tidak akan pernah lepas dari apa yang terjadi di masa ini, karena masa
depan adalah hasil pekerjaan-pekerjaan pada masa ini.
Penyadaran
pekerjaan yang ditanam hari ini lalu di tuai di masa yang akan datang adalah
cara berpikir manusia-manusia sejarah yang telah membuahkan hasil di masa kita
ini. Kebebasan dan kenikmatan Indonesia hari ini tentu adalah bagian dari
cita-cita para manusia-manusia sejarah tersebut. Maka dalam pembawaan gagasan
kebangsaan bagi mahasiswa harus berdasr pada pemhaman sejarah yang kuat
sehingga tindakan hari ini adalah cita-cita di masa yang akan datang.
Mahasiswa
tetap meyadari perannya sebagai kaum intelektual yang tidak lepas dari
budaya-budaya keilmuan, mereka bukanlah pemangku jabatan-jabatan yang bisa
mampu merubah berbagai kebijakan-kebijakan. Tapi mahasiswa lebih kepada
narasi-narasi kehidupan yang digemakan keseluruh masyarakat. Maka pada posisi
kebangsaan mahasiswa mempunyai nilai-nilai optimisme,kesatuan dan kebangkitan.
Sedangkan pada posisi negara mahasiswa adalah elemen kaum menengah yang melihat
realita di bawah (masyarakat tertindas) dan juga mampu memiliki kemampuna
berbicara ilmiah keatas (penguasa), hal ini menyebabkan ada proses perbaikan
terhadap negara jika sudah tidak tepat pada treknya (konstitusi) .
Poin utamanya adalah optimisme
kebangsaan dan perbaikan negara harus terus di lakukan oleh mahasiswa dari masa
ke masa secara kebersinambungan agar
tidak terjadi keterputasan dengan sejarah sebelumnya. hal ini menjadi penting
karena bangsa dan negara ini sedang mencari titik ideal yang sesungguhnya
(Indonesia Madani) . Indonesia madani adalah cita-cita semua masyarakat tapi sekali lagi harus ada peran masing-masing dalam mewujudkannya , begitupun
elemen mahasiswa yang menjadi pusaran itu karena mereka berbicara tentang
dimensi pemimpin-pemimpin masa depan . dan mahasiswa lah yang juga memiliki
tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia Madani dalam kehidupan nyata ini.