Oleh
: (naufanelreal)
Krisis sosial
dewasa ini semakin mencapai titik di luar kenormalan , metamorfosa perubahan
zaman menjadi alih – alih dalam keadaan yang rumit ini , kebobrokan moral
semakin merabah di setiap pelosok nusantara tak terkecuali , di tambah lagi
situasi politik negeri ini yang tak akan pernah habis permasalahannya . kembali
lagi yang menjadi kambing hitam dan sorotan keadaan pelik ini adalah para kaum
muda intelek atau yang biasa kita sebut mahasiswa . peranan sebagai agen
perubahan mungkin banyak di lalaikan
oleh mahasiswa itu sendiri , kapasitas ke ilmuan mereka pun seakan seperti
seongok sampah yang tidak terpakai di masyarakat , penyakit hedonisme mulai
menggandrungi para intelek muda tersebut
bahkan kehancuran moral dan etika bukan
lagi hal yang tabu , terbesitlah
pertanyaan di kepala kita semua ini “ apakah mereka cocok menjadi pewaris negeri ini ? ““Agent of liberalism” di masyarakat
Permasalahan sosial kompleks yang terjadi di masyarakat mengarah kepada nilai – nilai yang terdapat di masyarakat tersebut pula sehingga para mahasiswa yang notabenenya adalah seorang muda yang memiliki semangat dan gairah dalam penerapan dan pembentukan nilai – nilai itu secara utuh menjadi acuan baik yang para anak kecil dan manula . Runtuhnya rezim orde baru oleh mahasiswa menjadi pertanda pembebasan indonesia dari segala macam bentuk otoriterisasi dan menjadi momen tersendiri untuk masuknya nilai – nilai kebebasan yang tak terkontrol .
mahasiswa pasca reformasi ini semakin mengukuhkan dirinya sebagai “agent of liberalism” kelakuan mereka ini mulai merusak konstelasi kebudayaan sopan negeri ini , banyak budaya barat mulai masuk ke dalam berbagai situasi – situasi sosial terkinian , alih – alih akulturasi budaya pun menjadi cara tersendiri bagi para mahasiswa ini dalam ber dalil , hidup seenaknya pun mulai terjadi menggelayuti kaula muda dan masyraakat lah yang kembali menjadi imbasnya . jadi tidak heran lagi kalau kasus – kasus atau krisis – krisis sosial itu pelakunya kebanyakan adalah para mahasiswa .
pandangan masyarakat terhadap mahasiswa pun mulai merubah , di satu sisi ada masyarakat yang masih menggagap keberadaannya merupakan harapan bangsa tapi di satu sisi lainnya seperti keprihatinan sosial tersendiri sebagai penerus bangsa walupun tidak semua mahasiswa seperti itu semua tapi inilah gambaran umum keberadaan mahasiswa .
Secercah harapan dari para mahasiwa masjid/mushola
Tentu di balik kebobrokan moral mahasiswa yang terjadi di negeri kita ini harusnya di kontrakan dengan para mahasiswa yang memiliki kateristik moral yang baik dan di sini lah peran mahasiswa masjid/mushola dalam menyelesaikan berbagai permasalahan atau krisis-krisis sosial yang terjadi . pembentukan kegiatan ta’lim – ta’lim tentu menjadi nilai tersendiri di masyarakat di bandingkan kegiatan music yang lebih terkesan banyak hura – hura dan mengandung nilai negative di masyarakat . Oleh karena itu peran mahasiswa masjid/mushola ini cukup strategis dalam pengembalian eksistensi kepercayaan masyarakat terhadap mahasiwa .
lembaga – lembaga kemahasiswaan seperti bem , senat , dema atau bpm haruslah menjadi ranah tersendiri untuk mahasiswa masjid/mushola dalam mengambil peran – peran penanganan krisis sosial dengan membawa nilai – nilai moral di setiap kegiatan lembaga kemahasiswaan tersebut . karena banyak permasalahan sosial itu muncul dari tangan – tangan para mahasiswa yang tidak memiliki moral yang baik .