Laman

Rabu, 06 Juni 2012

KEBERADAAN MAHASISWA DAN PENGARUH SOSIAL YANG TIMBUL





Oleh :   (naufanelreal)

Krisis sosial dewasa ini semakin mencapai titik di luar kenormalan , metamorfosa perubahan zaman menjadi alih – alih dalam keadaan yang rumit ini , kebobrokan moral semakin merabah di setiap pelosok nusantara tak terkecuali , di tambah lagi situasi politik negeri ini yang tak akan pernah habis permasalahannya . kembali lagi yang menjadi kambing hitam dan sorotan keadaan pelik ini adalah para kaum muda intelek atau yang biasa kita sebut mahasiswa . peranan sebagai agen perubahan  mungkin banyak di lalaikan oleh mahasiswa itu sendiri , kapasitas ke ilmuan mereka pun seakan seperti seongok sampah yang tidak terpakai di masyarakat , penyakit hedonisme mulai menggandrungi para intelek  muda tersebut bahkan kehancuran moral dan etika bukan  lagi hal yang tabu  , terbesitlah pertanyaan di kepala kita semua ini “ apakah mereka cocok menjadi  pewaris negeri ini ? “


“Agent of liberalism” di masyarakat
                 
   Permasalahan sosial kompleks yang terjadi di masyarakat mengarah kepada nilai – nilai yang terdapat  di masyarakat tersebut pula sehingga para mahasiswa yang notabenenya adalah seorang muda yang memiliki semangat dan gairah dalam penerapan dan pembentukan  nilai – nilai itu secara utuh menjadi acuan baik yang para anak kecil dan manula .  Runtuhnya rezim orde baru oleh mahasiswa  menjadi pertanda pembebasan indonesia dari segala macam bentuk otoriterisasi dan menjadi momen tersendiri untuk  masuknya nilai – nilai kebebasan yang tak terkontrol  .


mahasiswa pasca reformasi ini semakin mengukuhkan dirinya sebagai “agent of liberalism” kelakuan mereka ini mulai merusak konstelasi kebudayaan sopan negeri ini , banyak budaya barat mulai masuk ke dalam berbagai situasi – situasi sosial terkinian  , alih – alih akulturasi budaya pun menjadi cara tersendiri bagi para mahasiswa ini  dalam ber dalil , hidup seenaknya pun mulai terjadi menggelayuti kaula muda dan masyraakat lah yang kembali menjadi imbasnya .  jadi tidak heran lagi  kalau kasus – kasus atau krisis – krisis sosial itu pelakunya kebanyakan adalah para mahasiswa .


pandangan masyarakat terhadap mahasiswa pun mulai merubah , di satu sisi ada masyarakat yang masih menggagap keberadaannya merupakan harapan bangsa tapi di satu sisi lainnya seperti keprihatinan sosial tersendiri sebagai penerus bangsa walupun tidak semua mahasiswa seperti itu semua tapi inilah gambaran umum keberadaan mahasiswa .


Secercah harapan dari para mahasiwa masjid/mushola
                
     Tentu di balik kebobrokan moral mahasiswa yang terjadi di negeri kita ini harusnya di kontrakan dengan para mahasiswa yang memiliki kateristik moral yang baik  dan di sini lah peran mahasiswa masjid/mushola dalam menyelesaikan berbagai permasalahan atau krisis-krisis sosial yang terjadi . pembentukan kegiatan ta’lim – ta’lim tentu menjadi nilai tersendiri di masyarakat di bandingkan kegiatan music yang lebih terkesan banyak hura – hura dan mengandung nilai negative di masyarakat . Oleh karena itu peran mahasiswa masjid/mushola ini cukup strategis dalam pengembalian eksistensi kepercayaan masyarakat terhadap mahasiwa .


lembaga – lembaga kemahasiswaan seperti bem , senat , dema atau bpm haruslah menjadi ranah tersendiri untuk mahasiswa masjid/mushola dalam mengambil peran – peran penanganan krisis sosial  dengan membawa nilai – nilai moral di setiap kegiatan lembaga kemahasiswaan tersebut . karena banyak permasalahan sosial itu muncul dari tangan – tangan para mahasiswa yang tidak memiliki moral yang baik .