oleh : naufanelreal
Pers merupakan salah satu dari pilar
demokrasi ini maksudnya adalah ketika media – media yang berkembang merupakan unsur
dari penerimaan informasi masyarakat tentang berbagai keadaan terkini , dimana
pada posisi ini media merupakan kekuatan tersendiri dalam gerakan massa ,
karena demokrasi mementingkan keterbukaan dan pers ini pun juga mempunyai nilai
keterbukaan dalm penyampaian informasi kepada masyarakat , menurut bu khusnul
dosen politik ui , pers mempunyai dua peranan penting yaitu opini publik dan
kronologi event .
Dalam fakta yang mengenai kemajuan
pers setelah reformasi dan penetapan demokrasi sebagai sistem cukup menarik
perhatian , di mana dunia pers ini di tuntut untuk bergerak mencari berbagai
pemberitaan yang lebih terkesan sebagai provokator di masyarakat , hal ini di
akui dengan pasti oleh KPI (komisi penyiaran Indonesia) dimana posisi pers memang
seperti ada kepentingan yang bermain di balik pemberitaan – pemberitaan yang
terjadi di masyarakat.
Tapi di satu sisi pers ini
menciptakan suasana demokrasi yang lebih terbuka , karena pers itu siap hidup
dan mati untuk mencari suatu kebenaran untuk di buka di masyarakat , oleh
karena perlu di siapkan para wartawan –wartawan yang tangguh untuk mewujudkan
cita-cita pers yaitu membuka tabir kebenaran , bahwa wartawan saat ini selalu
mengalami kekerasan dari berbagai pihak baik dari pihak aparat dan objek yang akan di cari
sebagai pembuka tabir kebenaran tersebut . itulah yang terjadi di dunia pers
yang saat ini kita hadapi.
Tapi hal terkonyol adalah setiap
media ini memiliki rasa yang paling benar dalam pemberitaan , jadi pers saat
ini memang sebagai tonggak pengalihan isu yang berkembang di masyarakat .
sehingga setiap pers mengeluarkan keputusan pasti itu menjadi acuan kacamata
masyarakat pada isu – isu terkini , sehingga bisa dikatakan bahwa pers ini memiliki
nilai untuk memperburuk demokrasi yang sedang berjalan itulah keadaan pers
terkini dan menjadi korban dari pemberitaan yang bisa kita bilang suatu
kebohongan dan itu bukan hal yang tabu lagi dalam dunia pers . Apalagi kalau
ada media yang suka membuat kajian tentang
permasalahan bangsa dan menjelekkan partai yang ada sekarang tampil panggung
politik di satu sisi ia pun mengkampanyekan partai lain , alias di tunggangi.
memang harus di akui bahwa iniliah
fakta , tapi tidak semua media seperti itu , . dalam pemberitaan ke media harusnya juga menghasilkan solusi dari
permasalahan yang sedang terjadi dan itulah yang terjadi di pikiran rakyat ,
bagaimana mereka memberitakan tentang pilkada jawa barat yang memang harus di
akui adalah pilkada terjujur yang pernah ada sehingga pemberitaannya pun harus
tentang optimime kemajuan jawa barat itu sendiri dan menghibur para calon
gubernur yang kalah dan mengucapkan selamat terhadap mereka karena sudah
menjadi calon yang baik .
pers haruslah netral dan tidak boleh di
tunggangi kepentingan dan mengutamakan kejujuran , tapi setelah reformasi
terjadi booming pers di karenakan jadi ajang industrilisasi dan investor menyebabkan
kepentingan dapat bermain dengan mudah dan uang adalah pelican termudah dalam
pemberitaan di media . selamatkan pers INDONESIA!!!!!


