Laman

Senin, 02 April 2012

NEGERI TOPENG MONYET

oleh : Naufanelreal 


Tak salah jika  Indonesia disebut  sebagai negara yang komplit. Dari keindahan alam, kekaya an sumber daya cukup menjadi bukti Indonesia yang berpotensi makmur aman dan  tentram . angan-angan  tersebut marilah terus kita simpan aja dalam hati karena realitanya malah berbanding terbalik , Bukan hal yang tabu, kesejahteraan rakyat Indonesia dari hari ke hari kian susah untuk di dapat . pembenahan – pembenahan pun mulai dilakukan oleh para penguasa  negeri ini tapi mereka hanyalah aktor-aktor dalam sebuah drama topeng monyet .  
.Topeng monyet menjadi ilustrasi tersimpel menggambarkan keadaan negeri kita  yang sangat pelik  ini. Bagaimana seorang monyet yang harus dilatih dengan cara yang keras untuk bisa melakukan pementasan ,dalam pentas  seekor monyet akan manut-manut saja terhadap keinginan sang pawang , karena monyet itu  tak punya daya dan akal untuk melawan dan yang berakhir untung adalah sang pawang  , Negara dan para penguasa kita seperti monyet dalam pentas tersebut. Dalam drama topeng monyet juga di gambarkan bahwa pawang tidak mempeduliakan perasaan sang monyet tapi hanya ingin keuntungan dalam pementasan tersebut .

SEPERTI DI PAWANGI
Pejajahan belanda dan eropa kepada bangsa ini cukup mempengaruhi berbagai sistem sosial kita , efek penindasan belanda dan eropa  telah merasuk kedalam struktur perangkat penguasa dan rakyat  yang berefek hingga sekarang pencekokan pencekokan yang dilakukan belanda ini cukup menarik  sebagai contoh rapuhnya sistem hukum Indonesia yang masih memakai eropa kontinental di tambah kitab KUHP dan sistem perundang- undangan yang mengadopsi dari belanda . bagaimana kita sudah ketahui bahwa seorang rakyat miskin pencuri sandal dan anggota dewan yang korupsi  sama di mata hukum karena sama-sama melakukan pencurian.
Belum lagi masalah utang Negara ini yang tak kunjung usai  , ikatan kontrak kepada imf  tak berkesudahan  yang mengatas namakan pembangunan, intervensi utang-utang tidak berhenti disitu saja melainkan bunga-bunga yang melambung tinggi ,kurs mata uang rupiah semakin hari semakin jatuh ekspor dan impor yang dekendalikan oleh pemilik moda dan berbagai permasalaan perekonomian yang lainnya  , menambah rumit dan sulit keadaan .
Dalam suatu diskusi di republika Anis Matta pernah menyampaikan bahwa Negara ini berlabel kesatuan tapi konten di lapangannya bersifat federal , dari pernyataan tersebut dapat kita simpulkan ketidakcocokan teori dan praktek membuat Negara ini mengalami berbagai permasalahan yang bersifat teknis .intervensi – intervensi pihak lain membuat berbagai ketidaksesuaian kultur-kultur masyarakat kita dengan system yang bersifat kapitalis atau keuntungan hanya yang memiliki modal sehingga padanan instrumen  kemasyarakatan kita  .

So what?
Berbagai permasalahan di atas cukup menjadi gambaran kepelikan bahwa di balik semua ini seperti ada sebuah biang dari pangkal permasalahan ini dan Indonesia dalam pementesan topeng monyet masih berposisi sebagai monyet yang tak punya daya untuk melawan sang pawang dan hanya manut-manut dalam keadaan . Perubahan hidup sangat dibutuhkan pada negeri ini .
Kecerdasan kita sebagai Negara yang berdaulat harus di tambah lagi ,maksud Negara yang berdaulat disini adalah yang mampu menfaatkan sumber daya dan potensi bangsa hanya untuk bagaimana ada bangsa yang mau masih dalam bayang-bayang pihak lain yang Cuma ingin menggeruk keuntungan pada semua potensi di negeri ini . kemajuan-kemajuan itu kembali lagi pada negeri itu sendiri .



opini ane ketika pelatihan kepenulisan akademi muslim negarawan yg menghadirkan Jusman Dalle 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar