Laman

Selasa, 11 Oktober 2011

reshuffle solusi atau masalah


Gonjang-ganjing reshuffle yang dihembuskan oleh bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono,membuat ranah politik di negara ini menjadi panas,para elite kepentingan terkait pun mulai sedikit kebakaran jenggot,entah itu para mentri itu sendiri ataukah mitra koalisi ataukah oknum-oknum di luar eksekutif , bahkan lebih mengerikan lagi kita rakyat itu sendiri ikutan heboh oleh masalah yang menurut saya "SEPELE"

Pandangan saya menanggapi reshuffle ini sangat simple,ketika seseorang presiden ingin mengganti para mentri dia seharusnya sedikit cerdas dan memerhatikan dasar atas terjadinya reshuflle,yaitu tujuan dari reshuffle, apakah akan menjadi solusi ataukah menambah daftar masalah negara ini. okelah untuk memperbaiki bangsa tapi itu hanya pandangan dari sudut pemerintah tapi sekarang kita juga punya dua elemen penting dalam perpolitikan di negara ini yaitu "media massa" dan "rakyat"

Media massa dewasa ini adalah salah satu sumber di mana masyarakat mampu terpengaruh olehnya,lewat artikel ataukah berita kontroversial bahkan berita dusta pun bisa menjadi acuan masyarakat tentang masalah politik teraktual,hingga hampir bisa jadi media massa yang subjektif itu sangat jarang bahkan saya menganggap media massa dewasa ini telah melakukan kebodohan publik (mungkin untuk media massa akan saya beri entri khusus nanti), intinya  ketika kita bicara reshuffle pasti kita akan membicarakan para calon mentri baru dan mentri lama yang akan diganti,peran media massa menghembuskan berita para mentri baru dan lama menjadi intrik khusus.dan sarat akan kepentingan entah itu yang ingin merebut kursi di kementrian atau yang ingin mempertahankan tahtanya .

Sebagai rakyat Indonesia menanggapi permasalahan ini juga harus menjadi active reading and listening.ketika negara ini berhembus berita reshuffle   kita sebagai rakyat juga harus mengkritiki apakah pemimpin yang sekarang apakah sesuai dengan yang selama ini kita suarakan di pemilu. jadi artikulasi pemilu dan demokrasi itu sudah mulai hilang.ketika rakyatnya hanya menjadi penonton ketika para pemimpinnya ribut dan masih mementingkan tahta saja tanpa memerhatikan rakyatnya yang masih banyak yang mengalami kemiskinan.

jadi kita harus sekali lagi mempertanyakan pakah ini sebuah solusi atau hanya enambah masalah saja????

-native demokrasi-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar